Kejutan tanpa Mengejutkan
Sebenernya udah
jauh-jauh hari mikirin hal ini. “Mau ngasih kejutan apa ya buat Dek Devi pas
ultahnya ?” Itu adalah sedikit dialog dalam batinku sendiri. Maunya sih ngasih
yang special, tapi kayaknya udah gak perlu. Karena aku tahu, gak ada yang lebih
special daripada orang-orang yang kamu cintai, dan mereka udah ada di
sekitarmu. Mau ngasih yang istimewa, tapi yang istimewa itu udah ada. Yaitu mereka
yang selalu ada di sampingmu.
Sempet juga terpikir, mau
ngasih hal yang paling membosankan buat kamu. Tapi kayaknya kamu udah sering
melihatnya, yaitu setiap kali aku main ke rumahmu. Aku yakin itu adalah hal
yang paling membosankan buat kamu. Jadi bingung mau ngasih apalagi. Sampek
kepikiran, “Kayaknya gak usah ngasih apa-apa deh.” Tapi itu sama aja kayak aku
telah memberi hal yang paling buruk di ulang tahunmu. Dan aku gak se-pelit itu yang
gak mau ngasih apa-apa di hari ultahmu.
Sampek akhirnya dipagi
yang biasa-biasa saja, aku bangun tidur seperti biasa, dan tiba-tiba aku punya
ide sederhana untuk memberikan sesuatu saat ulang tahunmu, yaitu memberikan
kejutan yang tak mengejutkan. Aneh kan ? Memberi kejutan, tapi gak mengejutkan
? *Maksudnya apa cobak ?*
Iya, aku memang sengaja
memberimu sebuah kejutan yang aku harap tak mengejutkan. Karena aku tahu,
sesuatu yang mengejutkan efek bahagianya ya hanya pada saat kejutan itu datang,
dan kemudian akan mudah dilupakan. Sedangkan aku, ingin memberikan suatu
kejutan yang tak mudah, bahkan tak bisa dilupakan. So, aku hanya memberikan sebuah
kejutan kecil, dan aku harap kamu gak terkejut. Karena aku harap, kamu akan
mengingatnya selalu. Ya.. walaupun kamu mengingatnya sebagai ‘kejutan terburuk’,
aku gak peduli, yang penting diingat.
Aku akhiri tulisan ini
dengan senyuman, semoga kamu akhiri membaca tulisan ini dengan senyuman pula J
0 komentar:
Posting Komentar